Ekologi di Perkotaan: Tantangan Unik Konsultan Ekologi saat Bekerja di Kawasan Urban dan Industri
Ekologi perkotaan menghadirkan paradigma yang sangat berbeda dibandingkan lanskap pedesaan yang belum terjamah. Bagi seorang Konsultan Ekologi, bekerja di Kawasan Urban dan Industri bukan hanya tentang identifikasi flora dan fauna; ini adalah Tantangan Unik yang menuntut adaptasi metodologi, negosiasi logistik, dan kreativitas mitigasi yang tinggi. Di tengah beton, polusi suara, dan infrastruktur buatan manusia, keanekaragaman hayati tidak hilang, melainkan berevolusi dan bersembunyi dalam struktur antropogenik.
Salah satu Tantangan Unik utama dalam Kawasan Urban dan Industri adalah sifat habitat itu sendiri. Habitat di sini sering kali terfragmentasi (terpisah-pisah), kecil, dan seringkali terkontaminasi (dikenal sebagai lahan brownfield). Lahan brownfield (bekas industri) di Jakarta menunjukkan tingkat kontaminasi logam berat di atas 20% dari batas aman, namun paradox-nya, area ini menjadi habitat penting bagi 15 Jenis Spesies Kunci Burung yang telah beradaptasi. Spesies yang hidup di lingkungan buatan manusia ini dikenal sebagai Biodiversitas Antropogenik. Konsultan Ekologi harus mencari kelelawar yang bersarang di celah jembatan, kadal air di kolam retensi, atau burung yang bersarang di atap...