Mengapa 245 Titik Api Papua Selatan Berada di Kawasan Food Estate Wanam?
Bencana kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda wilayah timur Indonesia kini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan pengamat lingkungan. Pemantauan satelit terbaru menunjukkan adanya lonjakan drastis jumlah sebaran asap beracun yang mengancam ekosistem keanekaragaman hayati pedalaman. Pengurus simpul daerah seperti WALHI Jambi menyoroti bahwa pola pembersihan lahan dengan cara pembakaran masih terus terulang di area-area industri skala besar. Catatan resmi dari WALHI mengungkapkan keprihatinan mendalam atas temuan fenomena maraknya titik api Papua Selatan yang secara terkonsentrasi ditemukan berada di kawasan proyek Food Estate Wanam, yang memicu ancaman krisis ekologis parah bagi masyarakat adat setempat.
Secara lebih terperinci, terkonsentrasinya ratusan lokasi pembakaran di area proyek pangan skala besar tersebut merupakan dampak langsung dari metode pembukaan lahan secara masif. Pengeringan lahan basah dan pengeringan rawa gambut secara unprosedural mengubah karakteristik tanah alami yang semula basah menjadi sangat mudah terbakar saat musim kemarau tiba. Jika dibandingkan dengan metode kelola tradisional masyarakat lokal yang menjaga kelestarian alam, pemaksaan sistem monokultur skala besar terbukti merusak...